Apa sih antioksidan itu?
Antioksidan merupakan sebutan untuk zat yang berfungsi melindungi tubuh dari serangan radikal bebas. Yang termasuk ke dalam golongan zat ini antara lain vitamin, polipenol, karotin dan mineral. Secara alami, zat ini sangat besar peranannya pada manusia untuk mencegah terjadinya penyakit. Antioksidan melakukan semua itu dengan cara menekan kerusakan sel yang terjadi akibat proses oksidasi radikal bebas.
Lalu, apa itu radikal bebas?
Radikal bebas sebenarnya berasal dari molekul oksigen yang secara kimia strukturnya berubah akibat dari aktifitas lingkungan. Aktifitas lingkungan yang dapat memunculkan radikal bebas antara lain radiasi, polusi, merokok dan lain sebagainya. Radikal bebas yang beredar dalam tubuh berusaha untuk mencuri elektron yang ada pada molekul lain seperti DNA dan sel. Pencurian ini jika berhasil akan merusak sel dan DNA tersebut. Dapat dibayangkan jika radikal bebas banyak beredar maka akan banyak pula sel yang rusak. Sialnya, kerusakan yang ditimbulkan dapat menyebabkan sel tersebut menjadi tidak stabil yang berpotensi menyebabkan proses penuaan dan kanker.
Bagaimana antioksidan memerangi radikal bebas?
Antioksidan membantu menghentikan proses perusakan sel dengan cara memberikan elektron kepada radikal bebas. Antioksidan akan menetralisir radikal bebas sehingga tidak mempunyai kemampuan lagi mencuri elektron dari sel dan DNA. Proses yang terjadi sebenarnya sangat komplek tapi secara sederhana dapat dilukiskan seperti itu.
Penyakit apa saja yang berhubungan dengan radikal bebas?
Beberapa penyakit degeneratif berhubungan erat dengan radikal bebas. Diantaranya, kanker, penyakit jantung dan pembuluh darah, pikun, katarak, dan penurunan fungsi kognitif. Proses penuaan dini juga berhubungan dengan radikal bebas. Antioksidan dipercaya mampu untuk mencegah beberapa penyakit ini.
Darimana sumber antioksidan?
Antioksidan bisa dengan mudah kita dapatkan dari makanan. Sayangnya banyak yang tidak mengetahui bahwa makanan tersebut sebenarnya banyak mengandung antioksidan sehingga mereka membeli suplemen antioksidan yang harganya cukup mahal. Beberapa contoh makanan sumber antioksidan antara lain :
Vitamin A : Wortel, brokoli, sayur hijau, bayam, labu, hati, kentang, telur, aprikot, mangga, susu dan ikan.
Vitamin C : Lada/merica, cabe, peterseli, jambu biji, kiwi, brokoli, taoge, kesemek, pepaya, stroberi, jeruk, lemon, bunga kol, bawang putih, anggur, raspberri, jeruk,
kepruk,bayam, tomat dan nanas.
Vitamin E : Asparagus, alpukat, buah zaitun, bayam, kacang kacangan, biji bijian, minyak sayur, sereal.
Karotin : Beta karoten, lutein, likopen, wortel, labu, sayur sayuran hijau, buah buah berwarna merah, tomat, rumput laut.
Polipenol : Buah berri, teh, bir, anggur, minyak zaitun, cokelat, kopi, buah kenari, kacang, kulit buah, buah delima dan minuman anggur.
Antioksidan adalah molekul yang berkemampuan memperlambat ataupun mencegak oksidasi molekul lain. Oksidasi merupakan suatu reaksi kimia yang mentransfer elektron dari satu zat ke oksidator. Reaksi oksidasi dapat menghasilkan radikal bebas dan memicu reaksi rantai, menyebabkan kerusakan sel tubuh. Antioksidan menghentikan reaksi berantai dengan melengkapi kekurangan elektron yang dimiliki radikal bebas dan menghambat reaksi oksidasi lainnya dengan sendirinya teroksidasi. Oleh karena itu, antioksidan sering kali merupakan reduktor seperti senyawa tiol, asam askorbat, ataupun polifenol.
Walaupun reaksi oksidasi sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan, ia juga dapat membahayakan. Oleh karena itu, tumbuhan dan hewan memiliki berbagai jenis antioksidan dalam tubuhnya, seperti glutation, vitamin C, dan vitamin E berserta enzim-enzim seperti katalase, superoksida dismutase, dan peroksidase-peroksidase lainnya. Kandungan antioksidan yang rendah dapat menyebabkan stres oksidatif dan merusak sel-sel tubuh.
Oleh karena stres oksidatif kemungkinan besar berperan penting dalam banyak penyakit, penggunaan antioksidan dalam farmakologi secara intensif telah dikaji, utamanya sebagai perawatan strok dan penyakit-penyakit degenerasi saraf lainnya. Namun tidaklah diketahui apakah stres oksidatif merupakan akibat ataukah sebab dari penyakit tersebut. Antioksidan digunakan luas sebagai bahan kandungan suplemen makanan dengan harapan dapat membantu menjaga kesehatan dan mencegah penyakit-penyakit seperti kanker dan sakit jantung koroner. Walaupun kajian awal mensugestikan bahwa suplemen antioksidan mungkin dapat meningkatkan kesehatan, uji klinis lebih lanjut dalam skala besar tidak berhasil mendeteksi adanya keuntungan-keuntungan tersebut. Sebaliknya, asupan suplemen yang berlebihan malah dapat membahayakan tubuh.[1] Selain itu, senyawa-senyawa antioksidan juga digunakan secara luas untuk keperluan industri, misalnya sebagai zat pengawet makanan dan kosmetik.
Antioksidan dan Radikal bebas
“Aktivitas antioksidan dalam segelas air teh sama dengan 7 buah apel.” Kalimat ini berasal dari iklan teh celup yang ditayangkan oleh televisi. Antioksidan di sini menjadi salah satu bahan persuasi terhadap konsumen agar membeli produk yang dipromosikan. Namun jika line layanan konsumen kurang memuaskan dalam menjawab segala sesuatunya tentang antioksidan, semoga tulisan ini dapat memberikan informasi yang berguna tentang antioksidan.
Antioksidan sebenarnya didefinisikan sebagai inhibitor yang bekerja menghambat oksidasi dengan cara bereaksi dengan radikal bebas reaktif membentuk radikal bebas tak reaktif yang relatif stabil. Tetapi mengenai radikal bebas yang berkaitan dengan penyakit, akan lebih sesuai jika antioksidan didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif.
Efek berbahaya radikal bebas
Saat ini ditemukan bahwa ternyata radikal bebas berperan dalam terjadinya berbagai penyakit. Hal ini dikarenakan radikal bebas adalah spesi kimia yang memiliki pasangan elektron bebas di kulit terluar sehingga sangat reaktif dan mampu bereaksi dengan protein, lipid, karbohidrat, atau DNA. Reaksi antara radikal bebas dan molekul itu berujung pada timbulnya suatu penyakit.
Efek oksidatif radikal bebas dapat menyebabkan peradangan dan penuaan dini. Lipid yang seharusnya menjaga kulit agar tetap segar berubah menjadi lipid peroksida karena bereaksi dengan radikal bebas sehingga mempercepat penuaan. Kanker pun disebabkan oleh oksigen reaktif yang intinya memacu zat karsinogenik, sebagai faktor utama kanker. Selain itu, oksigen reaktif dapat meningkatkan kadar LDL (low density lipoprotein) yang kemudian menjadi penyebab penimbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Akibatnya timbullah atherosklerosis atau lebih dikenal dengan penyakit jantung koroner. Di samping itu penurunan suplai darah atau ischemic karena penyumbatan pembuluh darah serta Parkinson yang diderita Muhammad Ali menurut patologi juga dikarenakan radikal bebas.
Tipe radikal bebas turunan oksigen reaktif sangat signifikan dalam tubuh. Oksigen reaktif ini mencakup superoksida (O`2), hidroksil (`OH), peroksil (ROO`), hidrogen peroksida (H2O2), singlet oksigen (O2), oksida nitrit (NO`), peroksinitrit (ONOO`) dan asam hipoklorit (HOCl).
Sumber radikal bebas
Sumber radikal bebas, baik endogenus maupun eksogenus terjadi melalui sederetan mekanisme reaksi. Yang pertama pembentukan awal radikal bebas (inisiasi), lalu perambatan atau terbentuknya radikal baru (propagasi), dan tahap terakhir (terminasi), yaitu pemusnahan atau pengubahan menjadi radikal bebas stabil dan tak reaktif.
Penjelasan mengenai sumber radikal bebas endogenus ini sangat bervariasi. Sumber endogenus dapat melewati autoksidasi, oksidasi enzimatik, fagositosis dalam respirasi, transpor elektron di mitokondria, oksidasi ion-ion logam transisi, atau melalui ischemic. Autoksidasi adalah senyawa yang mengandung ikatan rangkap, hidrogen alilik, benzilik atau tersier yang rentan terhadap oksidasi oleh udara. Contohnya lemak yang memproduksi asam butanoat, berbau tengik setelah bereaksi dengan udara. Oksidasi enzimatik menghasilkan oksidan asam hipoklorit. Di mana sekitar 70-90 % konsumsi O2 oleh sel fagosit diubah menjadi superoksida dan bersama dengan `OH serta HOCl membentuk H2O2 dengan bantuan bakteri. Oksigen dalam sistem transpor elektron menerima 1 elektron membentuk superoksida. Ion logam transisi, yaitu Co dan Fe memfasilitasi produksi singlet oksigen dan pembentukan radikal `OH melalui reaksi Haber-Weiss: H2O2 + Fe2+ —> `OH + OH- + Fe3 +. Secara singkat, xantin oksida selama ischemic menghasilkan superoksida dan xantin. Xantin yang mengalami produksi lebih lanjut menyebabkan asam urat.
Sedangkan sumber eksogenus radikal bebas yakni berasal dari luar sistem tubuh, diantaranya sinar UV. Sinar UVB merangsang melanosit memproduksi melanin berlebihan dalam kulit, yang tidak hanya membuat kulit lebih gelap, melainkan juga berbintik hitam. Sinar UVA merusak kulit dengan menembus lapisan basal yang menimbulkan kerutan.
Penggolongan Antioksidan
Untuk memenuhi kebutuhan antioksidan, sebelumnya kita perlu mengenal penggolongan antioksidan itu sendiri. Antioksidan terbagi menjadi antioksidan enzim dan vitamin. Antioksidan enzim meliputi superoksida dismutase (SOD), katalase dan glutation peroksidase (GSH.Prx). Antioksidan vitamin lebih populer sebagai antioksidan dibandingkan enzim. Antioksidan vitamin mencakup alfa tokoferol (vitamin E), beta karoten dan asam askorbat (vitamin C).
Superoksida dismutase berperan dalam melawan radikal bebas pada mitokondria, sitoplasma dan bakteri aerob dengan mengurangi bentuk radikal bebas superoksida. SOD murni berupa peptida orgoteina yang disebut agen anti peradangan. Kerja SOD akan semakin aktif dengan adanya poliferon yang diperoleh dari konsumsi teh. Enzim yang mengubah hidrogen peroksida menjadi air dan oksigen adalah katalase. Fungsinya menetralkan hidrogen peroksida beracun dan mencegah formasi gelembung CO2 dalam darah.
Antioksidan glutation peroksidase bekerja dengan cara menggerakkan H2O2 dan lipid peroksida dibantu dengan ion logam-logam transisi. GSH.Prx mengandung Se. Sumber Se ada pada ikan, telur, ayam, bawang putih, biji gandum, jagung, padi, dan sayuran yang tumbuh di tanah yang kaya akan Se. Dosis Se yang terlalu tinggi bersifat racun.
Vitamin E dipercaya sebagai sumber antioksidan yang kerjanya mencegah lipid peroksidasi dari asam lemak tak jenuh dalam membran sel dan membantu oksidasi vitamin A serta mempertahankan kesuburan. Vitamin E disimpan dalam jaringan adiposa dan dapat diperoleh dari minyak nabati terutama minyak kecambah, gandum, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran hijau.
Sebagai antioksidan, beta karoten adalah sumber utama vitamin A yang sebagian besar ada dalam tumbuhan. Selain melindungi buah-buahan dan sayuran berwarna kuning atau hijau gelap dari bahaya radiasi matahari, beta karoten juga berperan serupa dalam tubuh manusia. Beta karoten terkandung dalam wortel, brokoli, kentang, dan tomat.
Antioksidan yang berasal dari sumber hewani walaupun menjadi penyumbang minoritas tetapi peranannya tidak dapat disepelekan begitu saja. Hal yang mengejutkan ada pada astaxanthin yang tergolong karoten. Menurut para ahli, astaxanthin 1000 kali lebih kuat sebagai antioksidan daripada vitamin E. Udang, ikan salmon, kerang merupakan sumber potansial astaxanthin. Tetapi kandungan astaxanthin terbanyak ada pada sejenis mikroalga, yaitu Haematococos pluvalis. Astaxanthinnya melindungi alga dari perubahan lingkungan seperti tingginya foto oksidasi ultraviolet dan evaporasi. Aktivitas antioksidan ini bekerja melawan lipid peroksida dan bahaya oksidasi LDL kolesterol maupun UV, serta membantu penglihatan, respon kekebalan, reproduksi dan pigmentasi bagi alga.
Sedangkan asam askorbat mudah dioksidasi menjadi asam dehidroaskorbat. Dengan demikian maka vitamin C juga berperan dalam menghambat reaksi oksidasi yang berlebihan dalam tubuh dengan cara bertindak sebagai antioksidan. Vitamin C terkandung dalam sayuran berwarna hijau dan buah-buahan.
Di samping penggolongan antioksidan di atas, ada pula senyawa lain yang dapat menggantikan vitamin E, yaitu flavonoid. Hal ini dikemukakan oleh Department of Environmental and Molecular Toxicology, Oregon State University. Flavonoid merupakan senyawa polifenol yang terdapat pada teh, buah-buahan, sayuran, anggur, bir dan kecap. Aktivitas antioksidan flavonoid tergantung pada struktur molekulnya terutama gugus prenil (CH3)2C=CH-CH2-. Dalam penelitian menunjukkan bahwa gugus prenil flavonoid dikembangkan untuk pencegahan atau terapi terhadap penyakit-penyakit yang diasosiasikan dengan radikal bebas.
Dari penjabaran di atas, setidaknya kita telah dapat mengetahui berbagai sumber antioksidan berikut mengapa antioksidan diperlukan bagi kesehatan. Prevention is much better than curation, however. Jadi, mulailah dengan menjaga kesehatan dari makanan dan minuman yang kita konsumsi setiap hari.
Sekarang anda tahu bahwa makanan yang sebenarnya sudah sering kita makan sehari hari ternyata mengandung antioksidan yang sangat diperlukan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas. Jadi, sudahkah anda makan buah hari ini?
Semangka: Penghilang Dahaga Kaya Antioksidan
Buah semangka sering dinikmati sebagai cemilan sehat kala cuaca panas. Selain menyegarkan, buahnya yang manis dan warnanya yang merah kerap mengundang selera untuk menyantapnya.
Semangka, yang masuk dalam keluarga Cucurbitaceae, fungsinya tak sekadar penghilang dahaga, tapi juga sebagai antioksidan yang baik. Buah berbentuk bulat ini juga mengandung vitamin C dan A dengan jumlah besar. Dengan kadar antioksidan yang tinggi, semangka dapat diandalkan sebagai penetral radikal bebas dan mengurangi kerusakan sel dalam tubuh.
Radikal bebas dapat memicu oksidasi kolesterol sehingga terjadi penempelan di dinding pembuluh darah dan berisiko untuk serangan jantung dan stroke. Selain itu, radikal bebas juga menyebabkan kerusakan sel sepanjang dinding usus besar dan memicu terjadinya kanker usus besar.
Selain kaya akan antoksidan dan vitamin, semangka juga dikenal merupakan sumber karotenoid yang sangat baik. Semangka mengandung lycopene yang juga banyak ditemukan pada buah tomat.
Pentingnya lycopene diungkapkan sebuah riset yang dipublikasikan American Journal of Clinical Nutrition. Pasien dengan adenoma kolorektal (sebuah polip yang merupakan cikal bakal kanker kolorektal) memiliki kadar lycopene 35 persen lebih rendah daripada yang tanpa polip. Dengan kata lain, tubuh kita memerlukan kemampuan lycopene untuk memproteksi sel tubuh dan juga struktur tubuh dari kerusakan.
Studi lain yang dimuat Asia Pasific Journal of Clinical Nutrition melibatkan 130 individu dan 274 kontrol yang meminum teh hijau dan yang tidak meminum teh hijau. Terbukti 86 persen peminum teh hijau dan juga pengonsumsi makanan yang banyak mengandung lycopene mengalami penurunan risiko mengidap kanker prostat.
Penelitian lainnya yang dimuat American Journal Physiology Endocrinology Metabolism menyebutkan, para sukarelawan yang meminum jus semangka setiap hari sebanyak 8 ons gelas mempunyai kadar arginin 18 persen lebih tinggi daripada kelompok kontrol.
Konsumsi Antioksidan Bisa Memperkuat Otot
Antioksidan tak cuma bagus untuk mencegah kanker atau menjaga kesehatan kulit. Antioksidan yang terdapat dalam vitamin C dan E juga bisa membantu menjaga kekuatan otot.Dalam sebuah penelitian tehadap orang dewasa didapatkan asupan vitamin C dan E yang cukup dapat berhubungan dengan kekuatan otot, sehingga para peneliti menyarankan asupan tinggi antioksidan bisa memainkan peranan penting dalam menjaga fungsi otot pada orang dewasa.
“Kekuatan otot bisa menjadi tanda-tanda penuaan, kekuatan otot mulai menurun saat orang berusia 40-an tahun dan akan menurun secara drastis setelah usia 60 tahun,” ujar Dr Anne Newman dari University of Pittsburgh, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (25/11/2009).
Faktor risiko utama yang mungkin terjadi jika kekuatan ototnya menurun adalah bisa mengakibatkan cacat atau kerapuhan, tetapi dengan strategi tertentu bisa memperlambat atau mencegah hal tersebut.
Konsumi yang ideal untuk vitamin C sebesar 144 miligram dan vitamin E sebesar 11 miligram per hari. Temuan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan seimbang yang kaya buah dan sayur agar mendapat asupan antioksidan yang cukup.
Antioksidan Untuk Antiaging
Hidup yang tidak seimbang selain menyebabkan penuaan dini (aging) juga risiko berbagai penyakit degeneratif yang mengancam seperti diabetes, jantung, stroke, gagal ginjal dsb. Hal tersebut dipacu oleh pola makan yang salah, gaya hidup yang salah, serta stres yang berkepanjangan baik akibat pekerjaan, rumah tangga, maupun lingkungan sosial.
Sebenarnya bila semua terjadi dalam batas normal tubuh masih mampu mengatasi sendiri karena tubuh juga mempunyai antioksidan enzimatis seperti glutation, ubiquinol, catalase, superoxide dismutase dan hydoperoksidase. Sebenarnya radikal bebas penting artinya bagi kesehatan dan fungsi tubuh yang normal dalam memerangi peradangan, membunuh bakteri, mengendalikan tonus otot polos pembuluh darah, namun bila yang dihasilkan melebihi kapasitas proteksi antioksidan selular maka dia akan menyerang sel itu sendiri. Struktur sel yang berubah turut mengubah fungsinya, yang akan mengarah pada proses munculnya penyakit, hal tersebut dapat terjadi pada kulit maupun organ yang lain.
Dengan demikian pada individu hidup dengan stres tinggi, pekerjaan yang melelahkan, bekerja di bawah paparan sinar matahari dan polusi udara memerlukan antioksidan eksogen agar radikal bebas yang berlebihan dapat ditangkap oleh antioksidan tersebut. Anti oksidan itu diperoleh dari bahan makanan yang mengandung vitamin C,E, dan betacaroten, dan senyawa flavonoid.
Anti oksidan seperti apa yang kita perlukan? Anti oksidan yang alami yang terdapat pada sayur dan buah segar merupakan antioksidan terbaik dan murah meriah, selain itu antioksidan dalam bentuk suplemen dapat dikonsumsi sesuai dengan kemampuan keuangan dapat dikonsumsi setiap hari. Vitamin yang wajib adalah antioksidan (vitamin A,C,E). Nutrien diberikan sesuai kebutuhan. Beberapa suplemen seperti omega-3, alpha lipoic–acid, ubiquinon, arginin, Zinc, akan sangat membantu proses peremajaan dan memperlambat proses penuaan.
Kluwak Kaya Antioksidan
Kluwak bukan sekadar bumbu rawon. Daging di dalam biji picung berwarna kecokelatan itu merupakan bahan pangan yang kaya vitamin, mineral, karbohidrat, dan mengandung antioksidan. Bagaimana memanfaatkannya secara optimal?
Aktivitas Antioksidan Sangat Tinggi
Kandungan vitamin C dan zat besi pada kluwak dapat berperan sebagai antioksidan yang sangat baik. Penelitian mengenai khasiat antioksidan pada kluwak telah banyak dilakukan.
Meiriyanto (1988) melaporkan bahwa aktivitas antioksidan pada biji picung yang difermentasi, meningkat dari hari ke-0 sampai hari ke-40 (sudah berbentuk kluwak). Menurut Fardiaz dan Romlah (1992), ekstrak metanol biji picung yang sudah difermentasi mempunyai aktivitas antioksidan yang lebih tinggi daripada ekstrak metanol dari biji picung segar.
Antioksidan alami pada daging biji picung terfermentasi juga mampu meningkatkan dan mempertahankan stabilitas minyak selama proses oksidan. Selain itu, penambahan antioksidan kluwak mampu menghambat oksidasi asam linoleat oleh oksigen.
Komposisi gizi per 100 g kluwak
| Komponen Kimia |
Kadar |
| Energi (kkal) |
273 |
| Protein (g) |
10 |
| Lemak (g) |
24 |
| Karbohidrat (g) |
13,5 |
| Kalsium (mg) |
40 |
| Fosfor (mg) |
100 |
| Besi (mg) |
2 |
| Vitamin A (SI) |
0 |
| Vitamin C (mg) |
30 |
| Vitamin B1 (mg) |
0,15 |
Sumber: Direktorat Gizi, Depkes (1992)
Menurut Herdawan (1990), senyawa antioksidan pada daging biji picung mencapai 0,65 persen dari berat kering. Komponen biji picung yang memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antara lain vitamin C dan ion besinya.
Kaya Vitamin C dan Zat Besi
Dilihat dari nilai gizinya, kluwak termasuk makanan berenergi tinggi. Kadar energi per 100 gram daging kluwak 273 kkal. Konsumsi 10 buah biji picung yang telah direbus, cukup untuk membuat orang merasa kenyang.
Selain itu, kandungan vitamin C-nya cukup baik, mencapai 30 mg per 100 g. Konsumsi vitamin C yang dianjurkan per hari adalah 75 mg untuk wanita dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa. Kekurangan vitamin C akan menyebabkan penyakit sariawan atau skorbut.
Gejala penyakit skorbut adalah terjadinya pelembekan tenunan kolagen, infeksi, dan demam. Selain itu, terjadi pembengkakan dan perdarahan pada gusi, gingivalis, anemia, dan deformasi tulang. Vitamin C sangat berperan dalam proses penyembuhan luka melawan infeksi dan stres.
Kandungan zat besi pada kluwak juga cukup baik, yaitu 2 mg per 100 g. Di dalam tubuh, besi umumnya digunakan untuk pembentukan hemoglobin.
Hemoglobin berperan untuk mengikat oksigen. Bersama aliran darah, oksigen diangkut menuju ke berbagai jaringan untuk mendukung proses oksidasi karbohidrat, lemak, dan protein menghasilkan energi.
Itulah sebabnya, tanpa kehadiran hemoglobin yang cukup, seseorang mudah mengalami gejala 3L (letih, lemah, dan lesu). Kondisi hemoglobin kurang dari 12 g per 100 ml darah orang dewasa, dikatakan anemia. Zat besi juga terdapat pada sel otot dalam bentuk mioglobin, untuk mengikat oksigen dan memberi warna merah pada daging.
Kluwak sangat dianjurkan bagi ibu yang sedang hamil, menyusui, atau bagi wanita yang sedang menstruasi karena mereka sangat membutuhkan asupan zat besi lebih banyak.
Kekurangan zat besi dapat pula terjadi pada pasien yang terinfeksi cacing. Cacing akan mengisap darah dari saluran darah di bawah mukosa alat pencernaan penderita.
Komponen asam glutamat pada kluwak sangat besar kontribusinya pada cita rasa rawon. Keberadaan asam glutamat secara alami pada kluwak akan mencegah ketergantungan kepada MSG (monosodium glutamat) sebagai bahan penyedap. Dengan demikian, rawon akan menjadi masakan yang sehat dan sedap alami.
Kehadiran kluwak pada rawon juga meningkatkan daya awet karena kluwak mengandung senyawa kimia alami yang berperan sebagai antioksidan dan antibakteri.
Kayu Manis Tangkal Kanker Hati Ganas
Kayu manis yang selama ini dikenal sebagai penyedap masakan dan pengharum makanan, sebetulnya mengandung senyawa aktif yang dapat menangkal kanker hati ganas, menurunkan kadar lemak dan kolesterol, serta menolong para pengidap diabetes melitus. Bagaimana memanfaatkannya?
Sejak abad ke-16, kayu manis (Cinnamomum burmannii) telah digunakan sebagai bumbu masak. Di dunia terdapat 54 jenis kayu manis (Cinnamomum spp), 12 jenis di antaranya terdapat di Indonesia. Jenis tanaman kayu manis yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah Cinnamomum burmannii BL, lebih dikenal dengan nama Cassia vera.
Kayu manis termasuk dalam famili Lauraceae. Rempah-rempah ini diduga berasal dari Sri Lanka dan India Selatan, meski tumbuh subur di Jawa, Sumatera, India Barat, Brasil, Vietnam, Madagaskar, dan Mesir. Di dunia internasional, kayu manis dikenal dengan nama cinnamon, yang berasal dari bahasa Yunani kinnamon. Kayu manis juga terkenal dengan nama sweet wood.
Bukan sembarang kulit
Kayu manis mempunyai bentuk seperti batang yang berdiameter kecil dan ada yang berukuran panjang ataupun pendek. Warna bagian luar dan dalam kayu manis adalah cokelat muda. Sifat kimia kayu manis adalah pedas, sedikit manis, hangat, dan wangi. Hasil utama tanaman kayu manis adalah kulit batang dan dahan, sedangkan hasil ikutan yang berupa ranting dan daun biasanya diolah menjadi minyak atsiri.
Kulit kayu manis dan hasil olahannya banyak digunakan dalam industri makanan, minuman, farmasi, kosmetika, dan rokok. Pemakaian kulit kayu manis dapat dilakukan dalam bentuk asli (bubuk), minyak atsiri, atau oleoresin.
Minyak atsiri kayu manis diperoleh dari kulitt, ranting, dan daunnya, dengan cara penyulingan. Kandungan minyak atsiri dalam kulit kayu manis 1,3-2,7 persen. Sementara itu, oleoresin diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut organik tertentu.
Penurun kolesterol dan lemak
Penelitian Fauzan Azima (2004), mahasiswa Program Doktor di Program Studi Ilmu Pangan IPB menunjukkan, ekstrak kulit pohon kayu manis efektif untuk menghambat pembentukan Low Density Lipoprotein (LDL = kolesterol jahat) di dalam darah.
Penelitian dilakukan dengan pemberian ekstrak kayu manis sebanyak 100-200 miligram per kilogram berat badan kelinci percobaan selama 12 pekan. Pada akhir percobaan ditemukan total kolesterol kelici turun dari 443,3 menjadi 139,1 mg/dl, kadar LDL turun dari 268,5 menjadi 95,8 mg/dl, serta trigliserida turun dad 122,2 menjadi 61,2 mgAl.
LDL disebabkan kolesterol jahat karena berperan rnengangkut kolesterol dari jaringan ke dalam plasma melalui proses enclositosis. Proses ini menyebabkan tingginya kadar kolesterol di dalam darah, sehingga dapat menimbulkan penyumbatan pada pembuluh darah.
Pemberian ekstrak kayu manis juga dapat menurunkan perlemakan pada hati kelinci. Perlakuan yang sama juga menurunkan kadar homosistein, yaitu suatu senyawa yang mendorong terjadinya aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah). Kadar homosistein menurun dari 25 mikromol per liter menjadi 9,9 mikromol per liter serum.
Sebaliknya, kolesterol baik atau High Density Lipoprotein (HDL) naik dari 32,4 menjadi 50,0 mg/dl. HDL adalah pembersih kolesterol yang berfungsi memindahkan kolesterol plasma dari sel mati atau membran yang hancur. Orang sehat memiliki rasio LDL terhadap HDL senilai 3,5.
Riset juga menunjukkan, kelinci yang diberi ekstrak kayu manis berisiko terkena aterosklerosis 4,2 kali lebih rendah daripada kelinci yang tak diberi ekstrak. Ekstrak kayu manis juga berpotensi sebagai antihiperkolesterolemia (penurun kolesterol) dan mencegah timbunan lemak di hati.
Disimpulkan, ekstrak kayu manis mengandung senyawa fitokimia yang berpotensi sebagai antioksidan, antagregasi platelet, antihiperkolesterolemia, serta mampu mencegah perlemakan hati dan pembentukan lesi pada aorta kelinci percobaan.
Menurut Azima (2004), kulit kayu manis tersusun atas senyawa sinamaldehide, turunan dari senyawa fenol. Di dunia kedokteran, senyawa sinamaldehid diketahui memiliki sifat antiagregasi platelet (kolesterol yang menempel di pembuluh darah). Agregasi (pengumpulan) platelet menyebabkan terjadinya aterosklerosis.
Senyawa yang sangat bermanfaat pada ekstrak kayu manis adalah tanin, flavonoid, triterpenoid, dan saponin. Keempatnya berperan sebagai antipenggumpalan sel darah merah, antioksidan, clan antihiperkolesterolemia (penurun kolesterol).
Selain dapat mencegah aterosklerosis, kayu manis diketahui mengandung senyawa antioksidan yang efektif untuk mencegah kanker. Kekuatan antioksidan kayu manis yang diekstrak dengan etanol ternyata lebih baik dibandingkan dengan BHT (antioksidan sintetis) dan tokoferol (antioksidan alami), pada konsentrasi sama. Senyawa fitokimia yang berperan sebagai antioksidan pada kayu manis adalah tanin dan flavonoid.
Did you like this? Share it: